curcol

 

Surat untuk Mu

Dear God,

Taun baru, harapan lama.

Tuhan, kali ini aku masuk waiting list lagikah? Aku dapat nomor urutan berapa untuk sampai ke loket depan di taun 2011 nanti?

Aku sudah memperbaiki pola pikirku, pelan-pelan mengubah pandangan dan cita-citaku. Mengurangi beberapa idealisme ku, syarat-syarat kelayakanku, angan-angan muluk ku. Dan sedikit mengubah tingkah laku dan ucapan ku.

Yang kuingin sekarang hanya, yang bersedia menjadi sandaran ketika aku begitu lelah menjalani kehidupan, yang bersedia menerima aku disaat terburuk ku, dan akan kuserahkan sepenuh hatiku padanya, jadi peniup semangat juangnya, pengering peluh keringatnya, pelepas penat dan lelahnya, demi Engkau dan jalanMu.

Apa aku masih berlebihan kah? Jika itu membuat aku masuk waiting list yang panjang. Akan ku kurangi lagi nanti.