Hanya ingin menikmati, Saat ini.
Penyakit Homesick stadium akut yang seminggu kemarin menyerang saya. Homesick yang membuat saya kesal tanpa alasan, membuat saya jadi sensitif, membuat saya cengeng dan menghilangkan seluruh semangat dan pikiran positif saya akhirnya, perlahan-lahan sembuh juga.
Sejak saya minta dibangunkan buat sekolah, sama si Rifki dan teman saya yang lain, saya jadi tau, betapa saya masih diperhatikan oleh mereka. Katanya seharian itu, semua orang sibuk mengingatkan satu sama lain untuk menelepon saya. Pantesan aja sampai ada belasan miskol di hape saya (baca blog sebelumnya). Sampai hape si Edo saja lowbat katanya.Teman-teman saya masih perduli dan ingat saya ternyata. Padahal, sejak saya memutuskan akan pulang dan gak jadi lanjut ke universitas disini, saya kurang ngeh sama keberadaan mereka, dikarenakan saya cuma datang ke sekolah seminggu sekali. Itu pun, saya datang cuma numpang tidur saja di kelas. Kemana saja ya, saya ini??!!
Sejak saya menelepon adik saya si Yopi saat sedang homesick itu, untuk banyak curhat dan cerita merengek-rengek sampai hampir nangis (yang jadi adik siapa sebenarnya….) saya baru sadar, betapa jarangnya saya menelepon dia. Saya terlalu sibuk menelepon orang-orang sibuk yang juga sama capenya, berharap mereka mau mendengarkan keluhan saya, yang akhirnya bikin saya kesal sendiri karena tak mendapat respon yang saya harapkan (yaeyalaaaaaaaahhhh…orang sama-sama cape, bodooohhh….)
Sejak saya tau, keadaan di rumah sebenarnya seperti apa sekarang ini.
Akhirnya saya sadar dan berpikir, untuk apa saya sibuk memikirkan orang-orang yang sangat ingin saya temui, dan memikirkan saat-saat saya bisa melakukan apa yang ingin saya lakukan, disaat sekarang????
Toh, tinggal beberapa bulan lagi saja saya berada disini. Toh, pada akhirnya saat itu akan datang, toh *dunia jahanam* dan kehidupan menyebalkan ini akan saya tinggalkan juga dalam waktu dekat.
Kesimpulannya, memang cuma sabar dan menikmati saat-saat yang tersisa saja, yang bisa saya lakukan sekarang. Saya ga ingin seperti para senior yang sudah pulang duluan itu. Yang ribuuuuuttttt pengen pulang, ga sabaran sama hidup gila ini dan pengen cepet-cepet mengakhirinya. Eh, begitu sampai di indonesia, malah bilang pengen balik lagi kesini.
Sama saja kejadiannya ketika saya bosan sama kegiatan ngajar-mengajar yang setiap harinya padat. Yang pernah mengakibatkan saya hilang suara dan dirumahkan 3 hari. Dulu, saya keukeuh pengen cepet-cepet kabur ke Jepang, antusias sama kehidupan baru. Ga taunya, ya seperti inilah.
Sekarang, bosan di Jepang, pengen cepet-cepet pulang. Ga mau, sesudah pulang, malah pengen balik lagi ke Jepang. Maka, memang cuma saat ini, yang pantas untuk saya nikmati. Jalani beberapa bulan lagi, dan meninggalkan semuanya tanpa perlu merasa untuk kembali lagi.
Saat ini, cuma bisa semangat!!!! Buat baito, buat kehidupan serba mandiri, serba sendiri, buat melewatkan waktu, sama teman-teman yang masih ingat saya ternyata.
Yosh, ganbaroooooooo….
