Warui ne, atashi tte….
Donna ni hanaretetemo kokoro wa soba ni iru….
Mimpi bukan sekedar bunga tidur, berkali-kali mimpiin org yang sama, emang pertanda, bukan cuma orgnya lagi kangen, tapi mungkin emang lagi butuh kita. Saya emang berusaha menampik semua pertanda, karena keegoisan saya, ketidakmauperdulian saya. 2 taun terakhir ini, karena terbiasa melakukan apa-apa sendiri, menyelesaikan semua masalah sendiri, sedih sendiri, terbiasa dgn seikaku serba sendiri, yang penting ga ganggu orang, membuat saya juga jadi ga mau perduli.
Saya pikir semuanya baik-baik saja, tapi sejak saya kehilangan sense utk mau mendengar (karena saya sudah sering merasa tak didengar), sejak saya terbiasa berkomentar tajam (karena saya sudah sering dihujat dan diomongin abis-abisan dibelakang), sejak saya ga pernah merepotkan dan mengandalkan orang lain dalam setiap masalah yang saya hadapi (karena saya selesaikan semua masalah sendiri, seringkali tanpa masukan atau saran orang lain). Saya jadi berpikir, orang lain pun tak semestinya merepotkan saya. Ga ada lagi saya yang hangat, yang siap dijadikan a shoulder to cry on kapan sajah. Sudah lama saya menghindari hubungan2 sentimentil, saya ga mau dibikin pusing sama masalah orang (saya juga seringkali menjauhi masalah saking capenya), saya ga mau diganggu oleh curhatan2 sedih orang2, karena sudah lama curhatan saya juga ga didengar. Curhatan saya cuma keluar, tapi tidak didengar, jelas sekali bedanya….
Tsumetai na…atashi wa….
Haaaaaaaaaahhhhhhh….keegoisan saya, ketidakmauan saya untuk berkomunikasi dengan baik lagi, membuat saya ga bisa memberikan pengertian dan memandang sesuatu dari sisi yang lain. Yang ada malah menimbulkan salah paham, diantara orang-orang yang saya sayangi, yang mungkin memang teramat membutuhkan saya saat ini. warui neeeeeeeeeeeeeee…atashi wa!!!
Semoga semuanya belum terlambat, dan masih ada yang bisa saya lakukan untuk memperbaiki semuanya, atau setidak-tidaknya, meluruskan kesalahpahaman yang ada. Syukur lah, masih diberi kesempatan untuk sadar….
Saya masih dibutuhkan, dirindukan, jadi sebaiknya, jangan lagi menghindar atau malah ga peduli lagi…
Gomen ne…for being so selfish. I think nobody needs me, as nobody never listens and cares about me…Gomen….
